Oldies but Goodies

Jaman sekarang mungkin udah gak ada lagi yang tau atau inget, kalo dulu pernah ada majalah bulanan khusus masakan yang namanya Mahkota Selera. Isinya resep-resep dari redaksi dan kiriman pembaca. Majalah ini terbit sekitar tahun 70-80an. Ibu saya dulu langganan majalah ini, dan sampe sekarang masih nyimpen bundelnya.

Tiap kali pulang kerumah ortu, saya suka baca-baca bundel Mahkota Selera ini. Kocak deh liat iklannya.. Rano Karno masih piyik banget di iklan Blue Band. Tulisan resepnya juga ‘khas jaman dulu’ banget. Misalnya, kalo nulis baking powder masih pake kata ‘bakpoeder’. Nulis kembang kol masih pake kata ‘bloemkool’. Takaran-takarannya juga masih pake ukuran ‘gelas belimbing’.

Resep yang sekarang saya posting ini adalah salah satu warisan dari Mahkota Selera, kiriman salah satu pembaca. Enak banget deh… Kalau bikin ini, sengaja saya banyakkin kuahnya biar bisa disiram ke nasi. Resepnya saya ‘sempurnakan’ sendiri, soalnya kalo di resep aslinya rada ngebingungin… banyak bahan yang kelupaan ditulis sama yang punya resep.

ayam cah jamur

Ayam Cah Jamur

Source: Mahkota Selera

Bahan-bahan

250 gr jamur kancing
300 gr ayam fillet, iris tipis
100 gr wortel, kupas
1 bh bloemkool (kembang kol), potong kuntumnya
3 sdm terigu
2 btr daun bawang, rajang
100 gr margarin
5 siung bawang merah, rajang
2 siung bawang putih, iris-iris
Lada, garam, royco secukupnya
1 btr telur, kocok
2 sdt tepung mazeina (Cairkan dengan sedikit air)

Cara bikinnya

– Ayam dibumbui garam dan lada. Diamkan selama 15 menit.
– Celup ayam ke dalam kocokkan telur, balur dengan tepung terigu. Goreng hingga matang. Angkat.
– Tumis bawang di sisa gorengan.
– Masukkan sayur dan jamur.
– Kalau sudah setengah matang, tambahkan segelas air dan royco.
– Masukkan gorengan ayam, kemudian kentalkan dengan larutan mazeina.

– Saya gak pake royco. Gak punya, di Jepang gak ada warung yang jual.

– Bawang-bawangan gak saya di tumis di bekas gorengan ayam, no..no.. saya anti pakai minyak atau mentega lebih dari sekali. Jadi kalo cara saya begini:

  • Ayamnya digoreng dulu secara terpisah pakai minyak goreng. Angkat, tiris.
  • Menteganya dilelehkan, lantas dipakai untuk numis bawang.

– Saya gak pake bawang merah, di sini gak ada. Jadi saya ganti pakai bawang bombay.

– Setelah ayam dimasukkan, ada step yang saya tambahin.. yaitu nambah garam dan merica sampai rasanya pas.

– Karena saya suka kuahnya banyak, jadi air yang ditambah lebih dari segelas. Konsekuensinya memang bumbunya juga harus lebih banyak.

5 thoughts on “Oldies but Goodies

  1. Dahlia says:

    Zettai oishii kore!!!!!!!

  2. Sri Rahayu says:

    Tanya. . . .salam kenal yah. . . .aku ibu2 yg berumur 50 th. . . .aku juga ada beberapa majalah Mahkota Selera , tapi ngga lengkap. . . .boleh tahu punya ibu Tanya lengkap ? makasih banyak yah. . . .

  3. Ibu Sri,
    Waaaah makasih ya bu udah mampir2 sini. Seneng deh ada yang tau tentang Mahkota Selera juga😀 Ibu saya punya beberapa, tapi gak lengkap juga bu. Koleksi ibu lengkap nggak?

  4. pagi mbak,,,, (disini pagi. hihi)
    kebetulan lagi googling nih cari resep yang simple tapi lezaaaat,,, pas ketemu resep ayam cah jamurnya, bikin laper, hehe, kayaknya enak niiiii
    izin nyontek ya mbaaaa, thx ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: