O-Bento

Bangsa Jepang punya keterkaitan erat sama yang namanya O-Bento. Hampir setiap hari mereka makan o-bento. Gak pandang usia, dari anak kecil sampe orang tua… dan gak pandang kesempatan. Bento tuh bukan katsu ya… bukan teriyaki… bukan yakiniku.. pokoknya bukan hoka-hoka bento😀

From Wikipedia:

Bento (弁当 or べんとう) is a single-portion takeout or home-packed meal common in Japanese cuisine. A traditional bento consists of rice, fish or meat, and one or more pickled or cooked vegetables as a side dish. Containers range from disposable mass produced to hand crafted lacquerware. Although bento are easily available in many places throughout Japan, including convenient stores, bento shops (弁当屋 bento-ya), train stations and department stores, it still common for Japanese homemakers to spend considerable time and energy producing an appealing boxed lunch.

Gitu lho artinya. Ibu-ibu kalo masak buat bekal suami ke kantor atau buat anak ke sekolah, trus masakannya diletakkan di kotak makan.. nah itu namanya bento. Orang-orang kantoran kalo jam istirahat makan siang pada beli makanan yang kotakkan… nah itu juga namanya bento. Orang-orang yang kelaperan trus beli makanan bungkusan buat dibawa pulang… itupun juga namanya bento. Bento adalah makanan ‘buat dibawa-bawa’… atau bahasa Jawa-nya ‘sangu’. Buat bekal sekolah, bekal di kantor, bekal piknik. Dan yang namanya bento itu biasanya terdiri dari satu kotak atau lebih, yang isinya lengkap.. mulai dari nasi, lauk, sayuran, side dish dan condiments. Isinya gak selalu harus katsu, gak selalu harus yakiniku. Makanan lainnya juga bisa. Diisi pecel nggih monggo😀

O-bento bisa bikin sendiri, bisa juga beli. Salah satu tempat belinya di toko-toko khusus o-bento atau bento-yasan. Toko seperti ini cuma jual makanan thok, tapi gak menyediakan bangku dan meja… jadi makanan gak bisa dimakan disitu. Ya kalo bisa dine-in namanya jadi restoran dong, bukan toko..

Di dekat apartemen kami dulu di Tsudanuma, ada beberapa bento-yasan yang menu-nya enak-enak. Salah satunya Origin Bento. Selain enak, pilihannya juga banyak. Ada daging, ada ayam, ada makanan laut (ikan, udang, kerang, kepiting).

Pilihannya ada yang model teishoku (set) seperti di atas, atau aneka jenis donburi. Untuk yang teishoku, rata-rata semua udah lengkap pake nasi putih pulen yang ditaburin kurogoma (wijen hitam) plus umeboshi, dan ada salad sayurnya juga. Harganya mulai dari 400 yen sampai 800 yen, tergantung banyaknya lauk. Yang model begini ini dimasak setelah dipesen, jadi selalu diterima pembeli dalam keadaan panas. Favorit sayah bento yang isinya pan-fried salmon, otak-otak dan telor dadar. Nymmmm… sayang gak ada gambarnya.

Penataannya juga menarik, bikin orang jadi muncul seleranya. Liat aja display-nya di foto. Trus kalo dirumah udah punya nasi, bisa juga kok kalo mau beli lauk ‘lepasan’.

Lauk yang lepasan begini pilihannya lebih banyak lagi. Gak cuma model goreng-gorengan kayak katsu, karaage atau korokke (kroket). Ada juga aneka gratin, yasai itame, onigiri, niku-jyaga (semur daging kentang khas Jepang), miso shiru, dsb. Tapi semuanya udah siap hidang, jadi gak panas lagi. Semuanya dihargai berdasarkan beratnya, antara 50 s/d 300 yen per ons.

Biasanya toko-toko bento ini banyak didatengin pembeli di jam-jam makan siang atau kalo malam hari biasanya diatas jam 10 setelah orang pulang kantor. Jam bukanya 7 hari seminggu, 24 jam sehari… alias buka terus, gak pernah tutup. Karena harganya murah, bento-yasan ini jadi alternatif menguntungkan buat anak kos yang ongkosnya pas-pasan. Cukup bikin nasi putih yang banyak dirumah, trus beli karaage dua biji😀 Toko bento ini banyak jasanya juga buat saya… selalu jadi penolong pada saat-saat lagi males masak, tengah malem kelaperan tapi makanan udah habis, atau pas lagi bokek.

4 thoughts on “O-Bento

  1. puthree says:

    enyaaaaaaakkkkkkkkkkk

  2. elsye says:

    tanya…ini di indo apa di jepun..:P…jadi ikutan ngilerrrr…

  3. mbak Elsye, ini di Jepang :D…
    di outlet-nya Origin Bento deket apato-ku dulu…..

  4. […] telur yang dimasak pake saus, nymnymmmmm….. Makanan ini bisa dibeli di toko-toko bento (seperti di postingan yang ini niiiih). Kalo beli jadi, biasanya katsu-nya dibuat dari pork cutlet. Saya pilih bikin sendiri, supaya […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: