A Tribute for Mbah Pong : Carang Gesing

Mbah Pong, adalah nanny yang mengasuh saya dari lahir. Beliau adalah pembantu rumah tangga yang sudah ikut keluarga saya sejak bapak-ibu saya baru menikah. Terhitung kira-kira sudah 32 tahun Mbah Pong ikut bersama kami.

Banyak sekali kenangan saya terhadap beliau, salah satunya adalah kelihaiannya di dapur. Buat saya, Mbah Pong itu sakti mandraguna!! Apapun yang dimasak sama beliau, rasanya pasti enak. Hebatnya lagi, karena almarhumah nggak bisa baca-tulis, jadi sekian banyak resep masakan dikuasai lewat indera perasa dan dihafal luar kepala.

Tiga tahun yang lalu Mbah Pong meninggal dunia, karena sudah sepuh. Dan untuk mengenang almarhumah, hari ini saya bikin Carang Gesing. Makanan manis khas Jawa yang sering dibuat Mbah Pong untuk buka puasa. Dibuat dari pisang ekstra mateng, gula merah, santan dan daun pandan…. glek!

Here’s a tribute for Mbah Pong. May she rest in peace.

Carang Gesing

Bahan-bahan

1 sisir pisang raja yang tua dan manis, potong-potong melintang (jangan ketebelan)
800 cc santan
250 gr gula jawa, sisir halus
100 cc air
3 btr telur, kocok
3/4 sdt kayu manis bubuk
1/2 sdt garam
2 lbr daun pandan, potong kecil-kecil
Daun pisang secukupnya, potong-potong

Cara bikinnya

– Campur gula jawa dan air, rebus sampai gula larut. Angkat kemudian disaring, sisihkan.
– Aduk santan dengan garam dan kayu manis, kemudian masukkan kocokkan telur.
– Tambahkan potongan pisang dan larutan gula jawa, aduk rata.
– Ambil selembar daun pisang, tuang satu sendok sayur adonan ketengahnya. Beri sepotong daun pandan, kemudian bungkus dan sematkan dengan lidi. Kerjakan sampai adonan habis.
– Kukus dalam dandang panas kira-kira 40 menit sampai matang.

– Jujur, carang gesing bikinan saya rasanya kalah jauh dari made in Mbah Pong. Tapi buat saya ini udah lumayan banget.
– Bentuk carang gesing juga rada maksa. Berhubung saya gak jago main daun, jadi adonannya saya tuang ke cetakan keci-kecil yang sudah dialasi daun pisang. Lantas diatasnya ditutup lembaran daun pisang, baru setelah itu tutup dandang kukusan dipasang.
– Aturan pisang mesti yang tua itu kudu. Diganti pake pisang ambon atau kepok juga bisa, asal mesti mateng banget. Kalo cuman setengah mateng, pasti rasanya ikutan sepet.

Sedih… inget Mbah Pong lagi …😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: