Mochitsuki

Menjelang pergantian tahun, penduduk Jepang punya sederet ritual yang dijalankan sejak beberapa hari sebelum sampai sesudah tahun baru. Mulai dari gelar bonenkai (pesta akhir tahun), bersih-bersih rumah,  ke kuil, bagi-bagi otoshidama (angpau), dll dsb.

Bagian ritual tahun baru Jepang yang paling menarik buat saya, jelas  gak jauh-jauh dari urusan dapur. Salah satunya tentang o-sechi ryouri (masakan tahun baru Jepang) sudah pernah saya tulis sebelumnya disini. Dan sekarang, saya mau cerita tentang mochi. Walaupun mochi bisa ditemukan sepanjang tahun di Jepang, tapi pada dasarnya mochi adalah makanan khas tahun baru. Dan tiga hari menjelang tahun baru adalah waktunya gelar mochitsuki, atau acara bikin mochi.

Di ujung tahun 2004, atas undangan ibu Kumazaki yg baik hati, kita bisa ikutan mochitsuki di rumah keluarga Kumazaki di Makuhari, Chiba-ken. Ini bukan mochitsuki komersil buat  turis, tapi bener-bener mochitsuki tradisional dan ‘rumahan’. Lebih asik laaah daripada nonton mochitsuki di keriaan buat turis.

Acaranya mulai dari jam 10 sampai waktu makan malam. Lama banget yak… soalnya bikin mochi-nya juga banyak. Beras yang bakalan dieksekusi jadi mochi ada berkarung-karung. Beras yang dipakai bukan beras biasa, tapi beras mochi (mochigome). Beras jenis ini setelah tanak jadi agak lengket, mirip-mirip beras ketan. Sejak malam sebelumnya beras sudah direndam, dan jam 10 pagi mulai dimasak bertahap.

Proses menanak nasinya khas Jepang, yaitu dimasak dalam seiro (periuk nasi dari kayu) dan apinya dari kayu bakar. Diatas satu tungku ada beberapa susun seiro, soalnya kalau sekali masak seiro-nya cuma satu ya gak kelar-kelar.

Yang lagi bawa seiro itu namanya pak Kumazaki. Kayaknya dia sakti.. itu seiro panas banget lho, langsung diangkat dari atas api gak pake sarung tangan!

Setelah mochigome matang, dimulai langkah paling penting dari pembuatan mochi. Alat yang dibutuhkan untuk pembuatan mochi tradisional adalah usu (lumpang kayu yang bentuknya bundar) dan kine (alat penumbuk dari kayu).

Nasi  yang sudah tanak dituang kedalam usu. Setelah dibasahi sedikit pakai air, dan nasi mulai ditumbuk berulang-ulang.

Butuh tenaga minimal dua orang di tahap ini. Yang satu numbuk-numbuk nasi (atau lebih tepatnya nggebuk-gebuk nasi) dan yang satu lagi menguleni nasi dengan sedikit dibasahi pakai air. Dua step ini dilakukan bergantian dan berulang-ulang. Sewaktu kine-nya diangkat, nasi-nya harus diuleni sambil ditarik-tarik. Lantas orang yang tugasnya menguleni nasi harus buru-buru narik tangannya sebelum kine-nya jatuh lagi. Ini nih yang paling seru… gerakannya adu cepet. Pembuat mochi yang profesional harus bisa gerak terus tanpa pake acara kena gebuk.

Ngomong-ngomong, itu kine-nya berat sangat!! Makanya di foto-foto diatas ini yang pegang kine orangnya ganti-ganti, soalnya capek banget. Termasuk itu bapak Firza dikerjain disuruh gantian nggebuk…

Setelah digebuk-gebuk dan diuleni sekitar 15 menit, akhirnya nasinya jadi liat, lengket dan padat seperti ini….

… dan inilah saderek sadayana, yang disebut MOCHI

Setelah mochi-nya jadi, gantian perempuan-perempuan dalam keluarga yang ambil bagian. Mochi-nya ditaruh diatas papan-papan yang sudah ditaburi tepung, lantas diratain melebar seperti mau bikin pastry.

Ada juga yang dibentuk bulat-bulat, atau yang disebut marumochi. Karena gak berbakat nggebuk mochi, jadi jatah saya bantuin bikin marumochi. Wah ini ternyata nyaman banget.. soalnya pada saat itu hawanya dingiiiiiin! Apalagi mochitsuki ini dilakukan diluar rumah, yang suhunya 2 derajat C. Jadi tangan rasanya enak sekali pegang mochi panas.

Akhirnya… setelah nasi dari seiro terakhir selesai digebuk-gebuk, tuan rumah mengambil segepok mochi tumbukkan terakhir. Mochi-nya dicuil sedikit-sedikit dan dibagikan ke setiap orang yang hadir, lantas dimakan bersama-sama sebagai simbol menutup tahun dalam kebersamaan dan kebahagiaan, serta berharap tahun depan bisa lebih baik dari sekarang.

Mochitsuki ini mengingatkan saya sama Lebaran di Indonesia. Bukan cuma sekedar bikin mochi, tapi ada makna togetherness. Semua anggota keluarga, dari tempat2 yang jauh sekalipun rame-rame ngumpul, kerja bareng sambil seneng-seneng bareng. Sebagian mochi yang dihasilkan hari itu disimpan oleh tuan rumah untuk persediaan sepanjang tahun, salah satunya untuk bikin ozoni (mochi yang dimasak pakai sup miso, biasa dihidangkan untuk merayakan tahun baru). Sisanya dibagi-bagi keseluruh anggota keluarga dan kerabat yang datang. Saya juga kebagian satu lumpang😀, padahal sodara juga bukan…

Setelah semua urusan mochi selesai, acara ditutup dengan minum-minum dan makan malam bareng (iyah, makannya home made sushi, yang rasanya enaaaaaaak banget!)

Okedeh, sekian cerita mochitsuki. Selamat tahun baru ya, untuk semuanya…🙂

Sekedar catatan, keluarga Kumazaki adalah satu keluarga Jepang yang semua anggota keluarganya tergila-gila sama Indonesia. Setiap tahun, keluarga ini gak pernah absen liburan ke Indonesia. Ibu Kumazaki adalah muridnya go-shujin di kelas bahasa Indonesia, pusat bahasa Asia di Funabashi. Pak Kumazaki malah lancar banget bahasa Indonesia, karena pernah tinggal beberapa tahun di Indonesia sekitar tahun 60-an. Beliau mantan kepala konstruksi perkayuan pembangunan beberapa hotel di Indonesia, termasuk Hotel Indonesia. Mereka sekeluarga hobi dengerin keroncong, fans-nya Dewi Yull, suka minum teh poci pake gula batu dan maniak sambel ABC.

3 thoughts on “Mochitsuki

  1. Dee says:

    Hi there, I’m Endy, Indonesian student in taiwan. I found this blog is really useful. Thanks so much for the posts. I’d like to ask if you happen to know how to make fu yung hai. I hope you can post it. Thanks, cheers!!^_^

  2. Anne Vijaya says:

    Seru sekali yaaa…salah satu yg kukagumi dari Jepang, meskipun sudah modern, tp tradisi tetap dijaga..:-)

  3. inriani says:

    Apa anda sendiri bisa membuat mochi itu? kalo dari step yg disebut diatas, apa saja yang dibutuhkan untuk festival itu selain usu dan kine?
    terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: