2015

Selamat tahun baru semuanya… Sudah ganti tahun lagi. Tahun kemarin apa kadabraaaa?

Kalo dibilang tahun 2014 terasa bagai terbang, YA NGGAK JUGAK!!! 2014 itu…..melelahkaaaaan! Persis tahun dimulai, proyek bangun rumah juga dikebut. Tadinya kami pakai jasa kontraktor. Tapi pengerjaannya luamaaaaaa dan dana kesedot parah. Jadilah semua (iya, SE-MU-A) kami ambil alih sendiri. Percuma lah pakdosen kuliah arsitektur sampe ubanan dan sekarang jadi dosen arsitektur, kalo bikin rumah sendiri diserahin ke orang lain. Capeknya ya gak usah ditanya, tapi hepiii sekali sama hasil akhirnya. Super yeayyy! Dan menjelang lebaran, kami resmi pindah rumah🙂

Ya gara-gara urusan mandor juga acara masak-memasak (dan apdet-mengapdet blog) jadi banyak terabaikan. Coba-coba tempat makan baru juga gak bisa sering2, secara duitnya mending dipake buat beli semen aja kakaaak. Dan sekarang setelah pindah, update blog juga ternyata tak lancar. Karena… area-nya gak tercover aja dulu oleh nyaris semua provider internet!😦 Ini masih Jakarta looooh… kok nasibnya bagai di hutan belantara.

Oke, mari sekarang bicara apa yang ingin dicapai. Target dapur tahun ini adalah mastering (atau paling enggak nyoba bikin deh) masakan-masakan ini:
1. Singgang Ayam Sumpu. Lha kan kita bininya orang Padang.
2. Ayam Kodok. Sungguh menggentarkan. Bagemana kalo pas lagi dimatengin ayamnya meledakk?😦
3. Japanese Curry. Yes, from the scratch.
4. Lapis Legit/Masuba. Terambisius!

Sudah, segitu aja. Itupun adalah resolusi dapur dari tahun 2014. Yang mana adalah resolusi dari tahun 2013. Yang juga adalah resolusi dari… #rawisuwis. Mudah-mudahan tahun ini tercapai. Oh, dan bikin birthday cake sendiri buat ulang tahun anak-anak.

Baiklah. Sekali lagi selamat tahun baru. Walaupun 2015 start-nya kok ya berat banget.. tertatih-tatih gini. Tapi mudah-mudahan makin maju makin enteng. Semoga tahun 2015 kita sehat, di dapur banyak makanan enak, dan di kantong banyak rejeki. Amin.

2 thoughts on “2015

  1. neng fey says:

    apa itu Singgang Ayam Sumpu? akupun orang padang ga pernah dengernya hahhaha, ga gaul apa gimana yak?

    • Aku baca di bundel resep femina tahun 80an (kok ya harus ketauan umurnya -__-). Ayam dimasak kuah semacam gule dan pakai daun singkong, tapi wajannya harus dialasi daun pisang, trus dimasaknya harus api keciiiil sampe mateng… *belom mulai udah pegel*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: