Bangkok Journey: Local Culinaire

Preambule: walaupun ini cerita tahun lalu dan udah basi, tapi aku mau cerita!! :p

Alkisah, setelah kehebohan nyaris tiap malam selama berbulan-bulan (diiringi tatapan lelah dari suami masing-masing), akhirnya ada 6 mamak-mamak yang berhasil melarikan diri ke Bangkok! Harusnya bertujuh.. tapi yang satu gagal berangkat, dan buntutnya terpaksa dia harus sabar dijejelin foto 6 temennya lagi gila-gilaan😀

85f91fbb-e1b0-440a-8aa9-22d3add076fe_zpsrub6ngyd

Kalo mau ditulis, keriaan di Bangkok gak selesai 10 postingan. Tapi berhubung ini foodblog, jadi yang ditulis disini cuma perjalanan perut ya. Dan sebenernya, sini anaknya lebih doyan makan daripada belanja, jadi tujuan utama ke Bangkok emang mau makan😀

Hari pertama setelah mendarat siang bolong di Don Mueang, Mr. Krit sang supir van sewaan kami yang sopan, baik hati dan sedikit2 bisa ngomong bahasa Indonesia ini langsung mengantar ke tempat makan siang. Tawaran berbagai destinasi wisata langsung tenggelam oleh rengekan “Makan siang first! Makan siang first!”  Kami diantar ke restoran halal E-SARN FUNGDHON di daerah Arun Amarin.

Konon, masakan Thailand terbagi-bagi jenisnya berdasarkan wilayah. Yang paling sohor dan dikenal dunia adalah masakan Esaan atau masakan dari  Northeast and Central area. Sedangkan daerah selatan yang berbatasan dengan Malaysia adalah daerah pemukiman umat muslim Thailand.  Makanan terkenal dari daerah ini adalah aneka massaman kare yang rasanya memang dominan masam. Konon juga, owner restoran yang kami datangi ini orang selatan, tapi dia pilih jualan masakan Thailand mainstream yang dimasak dgn bahan-bahan dan cara masak yang halal.

Acara pesen makan berlangsung ribet. Gara-gara tulisan buku menu-nya pake huruf Thailand. Bacanya apa ini kakaaa??? Untung gak lama kemudian keluar juga buku menu yang ada saritilawah-nya. Pilihan pertama ofkors Tom Yum. Ibuk-ibuk ini ngakunya pesen Tom Yum karena “kan Thailand signature dish!”. Tapi alasan sebenernya adalah…. cari yang anget dan berkuah, karena kita kedinginan di pesawat. Tetep ya, umur.

To my surprise, rasa tom yum disini lebih asam dan lebih pedas daripada tom yum yang biasa makan di Jakarta. Masak sendiri juga pernah, tapi baru sekali ini ngeh rasa otentiknya. Pedesnya agak over sih, tapi bumbunya enak dan medok. Dan yang paling mantep udangnya dong.. besar dan manis! Rasa manis daging udang bisa mengimbangi rasa asam pedas dari kuahnya.

Selanjutnya ada Thod Mun Pla (Thai Fish Cake). Ini perwujudannya macam pempek kulit. Enak, dan irisan daun ketumbar sama buncisnya melimpah. Sayangnya asin banget, jadi harus makan pake nasi. Tak bisa di-cemil cemil cantik.

Next.. Pla Tod Yum Ma Muang (Ikan Goreng Saus Mangga). Berwujud ikan kakap putih digoreng kering, dan ada saus mangga terpisah. Taste wise: so-so. Ikan gorengnya ya ikan goreng. Yang istimiwir dan bikin enak memang sausnya. Mangga muda diserut, irisan bawang merah dan cabe dengan campuran kecap ikan sama peresan jeruk. Enak!

Last one.. ada Suea Rong Hai (Grilled Beef). Nah kalo ini…

JU..
A…
RAAAAAA!!!

Hands down. Sumpah ini enak banget. Kering tapi empuk, gak alot. Sekilas nampak simple, cuma daging iris dibakar. Tapi kok kamu enak sekali siiih….

Konon masakan ini disebut Weeping Tiger. Mau nanya kenapa dikasih nama gitu, tapi susah ya boooook ngomong sama waiter-waiternya. Me-Tarzan-You-Jane banget. Belakangan berhasil nemu jawabannya di google. Ada yang bilang “saosnya yang pedes banget sampe bisa bikin macan segahar apapun nangis”. Ada juga yang bilang “dagingnya alot banget sampe macan aja gak bisa ngunyah, trus karena kesel, macannya  mewek”. *naon sih?!* Trus aku harus percaya yang manaaa… Soalnya daging suea rong hai ini empuk banget kok, dan gak ada condiment-nya. Ya pokoknya enak. Biasanya daging ini untuk snack, dimakan sambil minum bir. Ih jadi pengen belajar bikin ini deh!

To sum up, oke lah makan disini. Cukup rekomen kok buat turis yang cari makanan tidak mengandung babi di Bangkok.  Next, nantikan kisah makan-makan hari berikutnya yaaa…

to be continued

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: